Yusril: KPU Lebih Siap Jika MK Putuskan Pemilu Serentak 2014
Kamis, 23 Januari 2014 - 18:34 WIB



Yusril Ihza Mahendra (ist)

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terhadap UU Pilpres yang diajukan para komunikasi politik Universitas Indonesia, Effendi Gazali bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak. Dalam putusan MK yang disampaikan Kamis (23/1/2014) di Jakarta, pemilu serentak baru akan diberlakukan 2019. Dengan begitu, pelaksanaan pemilu 2014 masih dilakukan dua tahap yaitu pemilu legislatif pada 9 April 2014 dan pemilu presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014.

Sedangkan MK belum memutuskan gugatan atas UU sama yang diajukan pakar hukum tatanegara, Yusril Ihza Mahendra.

Namun, Yusril meyakini, jika MK mengabulkan gugatannya, pemilu 2014 akan mudah dilaksanakan serentak yaitu pada 9 Juli 2014 bersamaan dengan pelaksanaan pemilu presiden. Yusril juga menepis bahwa pemilu serentak akan menimbulkan kekacauan. Berikut sejumlah padangan Yusril melalui akun twitternya, @Yusrilihza_Mhd, Kamis (23/1/2014) siang:

1. Kenyataan lapangan menunjukkan sampai kini KPU memang blm siap laksanakan Pileg di bln April. DPT aja belun kelar, logistik msh brantakan

2. Kalo pileg bantakan dan kacau, pilegnya tdk gagal. Golkar, PDIP, dan PD malah akan meraup banyak manfaat dan keuntungan. Persis Pileg 1999

3. Tetapi kini mereka yg pegang kekuasaan, di pusat maupun di daerah dg akan mudah mempermainkan hasil pileg sesuai target dan keinginan mereka

4. Inilah hakikat status quo dan ologarki politik. Kekuasaan mereka langgeng, demokrasi masuk tong sampah. Rakyat hanya mainan kekuasaan

5. Kalau permohonan uji UU Pilpres saya dikabulkan MK dan Pileg serta Pilpres akan disatukan bulan Juli 2014, maka KPU akan lebih siap laksanakan Pemilu

6. Tdk ada alasan untuk mengatakan jika Pileg dan Pilpres disatukan negara ini akan rusuh. Rusuh akan terjadi kalau ada yg mau bikin rusuh

7. Kalo semuanya mau damai dan tidak mau rusuh, kerusuhan takkan pernah ada. Rakyat tak mau rusuh, kecuali diprovokasi oleh elit politik/provokator. (Maskawi)

BERITA LAINNYA

Berita Terkini
Jumat, 28 November 2014 20:31 WIB
DPR RI Dukung Hamas Buka Kantor di Jakarta
Jumat, 28 November 2014 18:47 WIB
Kampret! Rektor Pecat Mahasiswa UMI yang Tolak BBM
Jumat, 28 November 2014 18:13 WIB
IGJ: Jokowi Neolib, Blusukan yang Membusuk
Jumat, 28 November 2014 16:09 WIB
Direksi Pertamina yang Baru Harus Diawasi Terus
Jumat, 28 November 2014 15:46 WIB
Setelah Naikkan BBM, Jokowi Benar-Benar Apes?
Jumat, 28 November 2014 14:37 WIB
Tolak Dirut Pertamina yang Tidak Bubarkan Petral
Jumat, 28 November 2014 12:18 WIB
Selamat Datang Tokoh Restora(n)si Minyak Baru
Kurs Valuta Asing
KURS   JUAL   BELI
USD 12204.00 12186.00
SGD 9368.07 9338.07
EUR 15221.80 15121.80
AUD 10417.34 10337.34
Prakiraan Cuaca